Forex Emas: Perdagangan Emas Terhadap Mata Uang
Emas.id – Trading forex dengan mata uang sebagai instrumennya sangat digemari banyak orang, namun ada juga trading forex emas sebagai pilihan lainnya. Pasar forex menjadi tempat perdagangan terbesar secara global untuk mata uang dunia. Secara harian, volume jual-belinya bisa menyentuh triliunan dolar dengan waktu beroperasi selama 24 jam dalam 5 hari.
Dijuluki aset safe haven membuat emas menjadi salah satu intrumen yang diperhitungan dalam trading forex. Di samping transaksi antarmata uang, perdagangan emas terhadap dolar AS pun sangat populer. Trader semakin marak menjalankan aktivitas trading forex emas sebagai usaha meraup cuan dari keterkaitan nilai emas dengan mata uang.
Dalam artikel ini, akan di bahas mengenai apa yang dimaksud dengan trading forex emas, bagaimana kelebihannya, kekurangannya, beserta mekanisme yang bisa dilakukan trader untuk memulai trading-nya. Ingin tahu mengenai serba-serbi aktivitas trading forex emas? telusuri lebih lanjut penjelasan di bawah ini!
Apa maksud dari trading forex emas?

Trading forex emas merupakan aktivitas memperdagangkan emas di pasar forex. Konsepnya mirip dengan trading mata uang, kripto, saham, maupun instrumen sejenisnya, namun yang membedakan adalah objek yang digunakan yakni berupa nilai emas. Trader forex emas tidak perlu melihat dan memiliki bentuk fisik emas seperti investor emas konvensional.
Selain dari wujud emasnya, trading forex emas dan investasi emas konvensional mempunyai tujuan dasar yang berbeda. Secara umum, trader forex emas bertujuan mencari keuntungan dalam jangka waktu pendek. Berbeda dengan investor emas konvensional yang menyimpan aset emasnya dalam jangka waktu panjang sebelum dijual kembali.
Biasanya, jual-beli forex emas dihubungkan dengan nilai mata uang dolar Amerika Serikat. Emas diwakili dengan kode XAU sedangkan dolar Amerika Serikat diwakili oleh kode USD. Pasangan trading tersebut dapat ditulis dengan kode XAU/USD. Trader akan berspekulasi berdasarkan pergerakan harga emas (XAU) terhadap Dolar AS (USD).
Sifat keterkaitan antara nilai USD dengan nilai XAU ini berbanding terbalik. Ketika USD menguat, harga emas cenderung menurun. Adapun ketika USD melemah, harga emas cenderung meningkat. Trader bisa untung atau merugi tergantung ketepatan spekulasi dan eksekusi mereka dalam melakukan buy atau sell pada dua kondisi tersebut.
Bagaimana kelebihan dan kekurangan gold trading?
Pertama, kelebihan dan kekurangannya dapat dilihat dari segi sensitivitas trading forex emas terhadap kondisi global. Keadaan geopolitik yang sedang kacau juga keadaan ekonomi yang tidak stabil seperti inflasi tinggi dapat meningkatkan permintaan sekaligus harga emas. Di kondisi seperti itu, emas bernilai tinggi karena ramai dijadikan pelindung kekayaan.
Adapun kondisi geopolitik yang aman dan perekonomian yang stabil semisal suku bunga tinggi, inflasi rendah, sentimen pasar positif, dan nilai USD menguat dapat merugikan trading emas forex. Nilai emas akan melemah karena permintaannya menurun akibat investor beralih ke aset lain, harga emas dalam USD pun bisa semakin mahal bagi investor pengguna mata uang lain.
Kedua, volatilitas dan likuiditas bisa menjadi kelebihan dan kekurangan trading forex emas. Secara umum, tingginya volatilitas XAU/USD terutama saat perekonomian global tidak stabil, atau dirilisnya perubahan suku bunga dan data ekonomi penting bisa menguntungkan trader. Tapi, pergerakan harga tak terduga bisa memicu tindakan impulsif dan kerugian besar.
Likuiditas instrumen XAU/USD termasuk yang paling tinggi di pasar forex. Volume trading hariannya sangat besar dengan spread-nya yang relatif rendah. Seluruh dunia bisa mengaksesnya, posisi trading-nya juga mudah dibuka dan ditutup sehingga eksekusinya cepat. Namun kekurangannya yaitu berpotensi slippage saat terjadi volatilitas yang ekstrem.
Ketiga, kelebihan dan kekurangan dari biaya trading serta penggunaan leverage bisa memengaruhi aktivitas trading forex emas. Pembiayaan trading selain spread bisa saja mencakup swap dan komisi. Biaya tersebut memang mendukung berjalannya proses trading, tapi juga dapat menggerus perolehan keuntungan.
Adanya izin penggunaan leverage tentu bisa membantu trader bermodal kecil untuk mengendalikan posisi yang lebih besar. Misalnya dengan penggunaan leverage senilai 1:100, maka trader bermodal 100 USD bisa memegang 10.000 USD. Leverage dapat meningkatkan potensi keuntungan serta risiko kerugian yang besar.
Keempat, jam aktif pasar dan kepemilikan emas membawa kelebihan sekaligus kekurangan. Pasar forex beroperasi selama 24 jam sehari dan 5 hari seminggu. Kelebihannya, trader mempunyai waktu trading yang fleksibel. Tapi, volatilitas dan likuiditasnya tidak merata di semua jam. Volatilitas untuk trading forex emas di luar sesi London-New York terbatas.
Tidak adanya kepemilikan emas membuat trader tidak perlu mengeluarkan biaya penyimpanan dan tidak usah takut kehilangan fisik emasnya karena semua transaksi dilakukan online. Namun kekurangannya trader harus menyiapkan biaya swap jika posisi trading tidak kunjung ditutup hingga melewati akhir hari trading (22:00 GMT).
Kelima, kelebihan dan kekurangan juga datang dari analisis teknis dan fundamental trading forex emas. Analisis teknis kelebihannya fokus pada harga, ideal untuk jangka pendek, mudah dipakai, dan dapat diterapkan di beragam kondisi. Tapi kekurangannya terbatas pada data historis, subjektif, rawan sinyal palsu, dan tidak begitu efektif di event besar.
Kelebihan analisis fundamental yaitu mampu melihat secara makro mengapa dan bagaimana harga pasar bergerak dari segi perekonomian dan geopolitik global, cocok untuk jangka panjang, dan lebih antisipatif untuk event besar. Namun kekurangannya kompleks, memakan waktu, menyulitkan timing untuk entry/exit, tidak pasti, serta kurang efektif untuk jangka pendek.
Seperti apa mekanisme trading forex emas?
Berbicara tentang mekanisme berarti merujuk pada cara kerja atau sistem yang mengatur aktivitas trading forex emas. Pada dasarnya, trading forex emas bertujuan untuk meraih keuntungan dari perubahan nilai tukar emas dengan mata uang yang biasa digunakan yaitu USD. Pembelian dan penjualan emas didasarkan pada pergerakan harga terhadap USD.
Pasangan emas terhadap dolar AS (XAU/USD) diperjualbelikan di pasar spot gold. Broker memfasilitasi aktivitas tersebut dengan menyediakan platform, memberikan akses ke pasar, memproses transaksi, menawarkan leverage, manajemen akun dan fitur, menyebarkan informasi, serta menetapkan biaya untuk pelaku trading yang disebut trader.
Berikut ini mekanisme trading forex emas secara umum yang bisa diikuti:
1. Pilih broker yang bereputasi, terpercaya, dan teregulasi oleh ASIC, FCS, dan CySEC (untuk internasional) ataupun Bappeti (untuk lokal), serta mendukung trading XAU/USD. Pastikan juga broker bisa menyediakan akun demo, platform yang stabil, dan spread yang kompetitif.
2. Saat memilih broker, tentukan juga jenis akun trading sesuai modal dan kebutuhan karena spread dan komisinya bisa berbeda. Ada pilihan akun semisal standar, mikro, ECN, atau Zero Spread. Lalu daftar dengan mengisi data pribadi dan verifikasi dengan KTP ataupun paspor.
3. Login dan lakukan deposit dana dengan pembayaran via transfer e-wallet, kartu kredit, atau bank ke akun trading. Dana yang disetorkan harus sesuai minimum deposit dan manajemen risiko untuk berjaga-jaga. Misalnya deposit 100 USD untuk memakai leverage 1:100.
4. Gunakan analisis fundamental dari kondisi geopolitik, juga kondisi perekonomian global seperti inflasi, suku bunga, dan nilai dolar AS. Lakukan juga analisis teknikal yang tersedia di platform untuk mengidentifikasi tren memakai grafik, indikator, dan pola.
5. Tentukan apakah ingin melakukan scalping atau day trading (jangka pendek), atau swing trading maupun day trading (jangka waktu lebih panjang). Pastikan juga entry level untuk memasuki pasar pada harga tertentu, begitupun fitur stop loss untuk membatasi kerugian serta fitur take profit untuk mengamankan keuntungan.
6. Forex emas dapat dieksekusi dengan market order untuk jual-beli pada harga saat ini atau pending order untuk jual-beli pada harga tertentu. Klik order baru, masukkan ukuran lot, atur stop loss dan take profit jika ingin otomatis, lalu lakukan buy atau long jika harga emas diprediksi naik dan sell atau short jika harga emas diperkirakan turun.
7. Lakukan pemantauan posisi secara berkala dan jalankan strategi yang sesuai bila diperlukan. Selagi berdasarkan analisis, fitur stop loss dan take profit masih bisa diatur ulang untuk mengoreksi keputusan awal, menyesuaikan volatilitas, dan sebagainya.
8. Tutup posisi secara manual atau otomatis dengan fitur stop loss serta take profit. Jika menghasilkan keuntungan, dana bisa diambil sesuai metode penarikan yang disediakan broker. Lakukan evaluasi sebagai bahan pembelajaran dan perbaikan strategi trading berikutnya.
Contoh skema: Anda misalnya memiliki modal 2000 USD untuk trading pasangan XAU/USD dengan leverage 1:100. Harga emas pada saat ini yaitu 2,340 USD/oz (troy ounce). Berdasarkan analisis teknikal, ada pola bullish yang menandakan harga emas akan naik. Menurut analisis fundamental pun terjadi inflasi tinggi yang membuat USD melemah dan harga emas meningkat.
Melihat data tersebut Anda kemudian membuka posisi long (beli) 0,1 lot (10 ons emas) pada harga 2,340 USD. Anda memakai leverage 1:100 sehingga margin yang digunakan yaitu (2,340 USD x 10) / 100 = 234 USD. Lalu Anda mengatur stop loss di 2,320 USD (risiko 20 USD x 10 = 200 USD) serta take profit di 2,370 (target profit 30 USD x 10 = 300 USD).
Dalam waktu 2 hari harga emas benar-benar bergerak naik ke 2,370 USD, posisi Anda tertutup secara otomatis sesuai take profit sehingga menghasilkan keuntungan 300 USD. Jika diasumsikan dengan adanya biaya spread dan swap yang berjumlah 15 USD, maka profit bersih Anda bernilai 285 USD.
Kesimpulannya, trading emas forex menjadi pilihan menarik untuk mencari keuntungan dari pergerakan harga emas terhadap mata uang. Trading ini mempunyai kelebihan dan kekurangan yang bisa mendatangkan peluang profit yang tinggi tapi juga risiko kerugian yang besar. Trader forex emas perlu terus belajar, teliti menganalisis pasar, memanfaatkan peluang, mengendalikan risiko, serta mengelola emosi dalam melakukan trading.
